Demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik di berbagai kota di Prancis berujung ricuh pada Sabtu (17/10/2026).
Kerusuhan terjadi ketika kelompok demonstran merusak gedung publik, menjarah toko, serta menyerang kendaraan dan petugas kepolisian.
Meski ratusan ribu orang mengikuti aksi damai di puluhan kota, sejumlah kelompok melakukan kekerasan yang disebut sebagai salah satu kerusuhan terburuk di Prancis dalam beberapa dekade terakhir.
Di Limoges, gedung balai kota terbakar. Sementara di Marseille, demonstran berpakaian hitam menerobos masuk ke balai kota dan mencoret-coret bangunan dengan grafiti bernuansa anarkis. Di Lyon, kantor pariwisata juga dibakar.
Dilansir dari Reuters pada Minggu (18/10/2026), Laurent Nunez Menteri Dalam Negeri Prancis mengatakan, sekitar 400 orang telah ditangkap setelah berbagai insiden kekerasan. Sebagian besar orang yang ditangkap merupakan orang dewasa.
