Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 3,64 persen pada perdagangan Senin (19/10/2026), tertekan sentimen lanjutan dari rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG turun 188,50 poin ke posisi 4.996,61. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan melemah 20,10 poin atau 3,95 persen menjadi 488,46.
Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, tekanan jual berlanjut selama tiga hari berturut-turut seiring investor menghindari aset berisiko.
“IHSG melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut sekaligus. Tekanan jual berlanjut seiring investor menghindari aset berisiko di tengah rencana MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia,” ujar Nico dilansir dari Antara.
Dari dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/10/2026) mengumumkan penurunan batas auto rejection menjadi 7 persen dari sebelumnya 15 persen.
