Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (27/10/2026) di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, mulai dari potensi serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran hingga upaya diplomatik untuk meredakan konflik di kawasan tersebut.
Lukman Leong Analis Doo Financial mengatakan, arus keluar dana asing dari pasar saham domestik juga masih menjadi faktor yang membebani pergerakan rupiah.
“Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di tengah laporan beragam dari Timteng, mulai dari potensi serangan AS terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan hingga upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan,” katanya seperti dilaporkan Antara, Selasa.
Pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.140 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.135 per dolar AS.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan.
