Siswa Diimbau Tak Bergantung pada AI untuk Mengerjakan Tugas

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengingatkan siswa agar tetap berpikir kritis saat memanfaatkan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Teknologi tersebut sebaiknya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan jalan pintas untuk menyelesaikan tugas sekolah.

Fifi Aleyda Yahya Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan kemampuan berpikir, nurani, maupun insting manusia.

“Kalau ada tugas jangan hanya meminta AI memberikan jawabannya langsung, kemudian langsung disalin. Tapi coba tanya, mengapa jawabannya seperti ini? Dan kita perlu meng-crosscheck kembali, jangan semata-mata bergantung pada satu sumber,” kata Fifi, Selasa (27/10/2026).

Fifi mengimbau siswa membiasakan diri membandingkan informasi dari AI dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti penjelasan guru, keterangan ahli, dan bacaan ilmiah.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *