Pencocokan DNA Jenazah di Enggano dengan Keluarga Rombongan Wartawan Butuh Dua Pekan

Polda Banten memastikan proses pencocokan DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dengan sampel keluarga rombongan KM Arupadatu I masih berlangsung. Proses identifikasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan.

Kombes Pol Maruli A Hutapea Kabid Humas Polda Banten mengatakan, data antemortem dan sampel DNA keluarga yang dikumpulkan di Banten sudah diserahkan kepada Polda Bengkulu untuk dicocokkan.

“Data antemortem dan sampel DNA keluarga dari posko kita di Banten sudah diserahkan ke Polda Bengkulu untuk persesuaian. Saat ini masih proses identifikasi, dan umumnya memakan waktu lebih kurang dua minggu,” kata Maruli dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Kamis (17/9/2026) petang yang dikutip Antara.

Jenazah laki-laki itu diperkirakan berusia sekitar 50 tahun, dengan tinggi badan 163 sentimeter. Saat ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Sabtu (12/9/2026), jenazah mengenakan celana pendek selancar.

Maruli mengatakan, tidak ada warga Pulau Enggano yang merasa kehilangan anggota keluarga saat jenazah ditemukan. Karena itu, jenazah sempat dimakamkan oleh pihak setempat pada malam hari.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *