Pemuda di Sidoarjo Panjat Menara BTS Setinggi 20 Meter, Petugas Berhasil Evakuasi Setelah Dua Jam

Pemuda inisial AR (25 tahun) asal Sleman, Jawa Tengah yang diduga depresi dilaporkan menaiki menara Base Transceiver Station (BTS) setinggi 20 meter di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/4/2026) malam.

Didit Arie Ristandy Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya mengatakan, pemuda itu dilaporkan pertama kali naik ke menara BTS sekitar pukul 16.27 WIB sore kemarin.

Setelah menerima laporan dari Polsek Sedati, Kantor SAR Surabaya langsung mengerahkan satu tim dengan peralatan vertical rescue.

Didit menjelaskan bahwa satu rescuer naik terlebih dahulu dengan membawa tali dan melakukan komunikasi dengan survivor.

Proses evakuasi pun berjalan cukup menagangkan, saat seorang petugas mendekati survivor dan mengajak berkomunikasi, ia tidak menjawab.

Namun seorang petugas menyebut survivor cukup kooperatif karena mau dipasangkan tali pengaman di tubuhnya.

“Saat melakukan upaya komunikasi dengan survivor, ia tidak menjawab namun kita bersyukur karena ia kooperatif saat kami mulai pasangkan tali pengaman di tubuhnya” ujarnya dikonfirmasi Kamis (23/4/2026).

Sesudah tali terpasang, satu rescuer dari Kantor SAR Surabaya serta dua personil Damkar langsung naik dan mulai membuat sistem lowering untuk mengevakuasi AR dengan cara diturunkan menggunakan tali secara vertical.

AR akhirnya berhasil dievakuasi turun pada pukul 20.23 WIB, ia langsung diperiksa oleh tim medis dan diberikan penanganan awal sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Sedati.

Petugas belum bisa memastikan alasan AR memanjat menara BTS setinggi 20 meter, namun dugaan awal karena depresi.

“Kita tidak tau penyebab pasti mengapa survivor melakukan ini, namun dugaan awal adalah karena depresi. Saat pemeriksaan di puskesmas, keadaan survivor selamat dan sehat” ujar Didit.(wld/ipg)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *