Pria berinisial MKA, yang diduga merupakan pelaku pembunuhan perempuan inisial SN (51 tahun) di kawasan Putat Jaya pada Juni 2026 lalu, akhirnya ditangkap polisi setelah kabur ke Malaysia.
Saat dikonfirmasi suarasurabaya.net, AKBP David Manurung Kasatreskrim Polrestabes Surabaya membenarkan bahwa pelaku memang sudah ditangkap dengan bantuan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, yang bekerja sama dengan kepolisian Malaysia.
“Untuk Tersangka sudah dilakukan penangkapan atas bantuan divhubinter bekerjasama dengan kepolisian Malaysia,” katanya, Jumat (16/10/2026).
BACA JUGA: Jenazah Perempuan di Kontrakan Putat Jaya Surabaya Diduga Korban Pembunuhan
BACA JUGA: Polisi Masih Buru Terduga Pelaku Pembunuhan Perempuan di Putat Jaya Surabaya
Saat ini, polisi sedang melakukan proses penyidikan. Sehingga terkait kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh pelaku, belum banyak yang bisa disampaikan.
Meski begitu, David menyampaikan kalau untuk mempermudah proses penyidikan, polisi telah melakukan penahanan terhadap pelaku di Mapolrestabes Surabaya.
“Proses penyidikan sedang berjalan serta telah dilakukan penahanan di Polrestabes Surabaya. Untuk update lebih lengkap akan kami informasikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, jenazah perempuan inisial SN pertama kali ditemukan oleh pemilik kontrakan dan seorang warga sekira pukul 19.30 WIB pada Kamis 25 Juni lalu, karena tidak melihat korban keluar rumah beberapa hari.
Saat pemilik kontrakan mengintip lewat jendela, ternyata korban sudah tergeletak dan bersimbah darah. Pemilik kontrakan kemudian langsung melapor ke RT RW setempat untuk diteruskan ke 110.
Setibanya di lokasi, Tim Inafis langsung melakukan olah TKP dan membenarkan bahwa jenazah adalah korban pembunuhan, karena ditemukan adanya luka tusuk di tubuh korban.
Sementara itu, untuk mendalami kasus, sebelumnya polisi juga telah memeriksa enam orang saksi serta mengumpulkan bukti-bukti berupa sidik jari di TKP dan sejumlah keterangan dari tetangga, keluarga, hingga pemilik kontrakan.
Polisi sempat mengaku kesulitan dalam mengungkap pelaku dari kasus ini karena minimnya CCTV di lokasi kejadian. Adapun terkait apakah terduga pelaku merupakan teman dekat korban atau bukan, polisi belum bisa memberikan keterangan lebih detail.(kir/bil/ipg)
