Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali melangsungkan aksi unjuk rasa dengan menyegel gerbang kampus A Yani, Surabaya, sejak Senin (21/9/2026) pagi.
Fadlurrakhman Fazle Purwardana, Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa UINSA mengatakan penyegelan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil konsolidasi mahasiswa sekaligus bentuk penegasan atas tuntutan yang belum terpenuhi.
“Sebenarnya tetap aksi lanjutan kemarin sih. Tetap, kita tetap meningkatkan eskalasi, menjaga esensi aksi ini tetap bertahan gitu,” katanya.
Ia menyebut, sejumlah mahasiswa UINSA sebelumnya sudah ada yang bermalam di lingkungan kampus, kemudian pada pagi harinya langsung melakukan aksi dan menyegel gerbang utama.

Fazle menyebut penyegelan gerbang menjadi simbol kekecewaan mahasiswa sekaligus bentuk desakan agar tuntutan mereka segera dipenuhi.
“Ini hanya menjadi bukti kalau seumpama kemuakan dari teman-teman ini, kekecewaan dan harapan agar semua tuntutan segera dipenuhi itu menjadi lebih nyata gitu,” tegasnya.
Meski gerbang utama ditutup, mahasiswa memastikan akses menuju kampus tidak sepenuhnya dilumpuhkan. Pintu belakang di area gang masih dibuka dan dapat digunakan untuk masuk maupun keluar kampus.
“Kita enggak melumpuhkan total kampus, kami ada pintu belakang itu kan, di gang dosen itu kan ada pintu kecil itu, yang itu juga bisa diakses oleh semua,” tandasnya.
Berikut tuntutan 7+1 mahasiswa UINSA:
- Mengundurkan diri atau diberhentikan secara tidak hormat Akhmad Muzakki selaku Rektor UINSA Surabaya
- Hentikan segala bentuk korupsi kolusi dan nepotisme di civitas akademika
- Perbaiki sistem penetapan dan peninjauan dan banding UKT
- Tuntaskan keterlambatan pemenuhan hak mahasiswa baru
- Evaluasi fasilitas dan kebijakan tata kelola kemahasiswaan
- Evaluasi tata kelola keterbukaan informasi publik
- Evaluasi kebijakan penerimaan mahasiswa baru dan kapasitas fasilitas
- Cabut kebijakan pembatasan jam malam di lingkungan civitas akademika.(ris/fia/bil/iss)
