Lula Kembali Menangi Pemilihan Presiden Brasil untuk Keempat Kalinya

Luiz Inácio Lula da Silva Presiden Brasil kembali memenangkan pemilihan presiden, setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro dalam pemungutan suara putaran kedua, Minggu (25/10/2026). Kemenangan itu memastikan Lula akan menjalani masa jabatan keempatnya sebagai presiden.

Melansir laporan The Guardian, berdasarkan hasil penghitungan sekitar 99,9 persen suara oleh otoritas pemilu Brasil, Lula memperoleh 51,77 persen suara, sedangkan Flávio Bolsonaro meraih 48,23 persen.

Kemenangan ini menjadi catatan sejarah dalam politik Brasil. Sejak negara tersebut kembali menerapkan sistem demokrasi pada 1980-an, belum pernah ada calon presiden yang kalah pada putaran pertama tetapi berhasil memenangkan putaran kedua.

Lula, yang kini berusia 80 tahun, sebelumnya tertinggal sekitar 2,2 juta suara dari Flávio Bolsonaro pada putaran pertama pemilu yang digelar awal Oktober. Namun, ia berhasil membalikkan keadaan pada putaran kedua dengan keunggulan sekitar 4,4 juta suara atas lawannya.

Hasil tersebut disambut perayaan para pendukung Lula di sejumlah kota, termasuk São Paulo, tempat ia mengikuti perkembangan penghitungan suara.

Keberhasilan Lula membalikkan hasil pemilu tidak terlepas dari meningkatnya partisipasi pemilih pada putaran kedua. Pada putaran pertama, tingkat ketidakhadiran pemilih mencapai 21,08 persen, angka tertinggi yang tercatat dalam pemilihan tersebut.

Namun, pada putaran kedua, persentase pemilih yang tidak menggunakan hak suara turun menjadi 19,21 persen. Sejumlah pendukung Lula sebelumnya menilai peningkatan partisipasi menjadi peluang penting untuk mengejar ketertinggalan dari Flávio Bolsonaro.

Menjelang pemungutan suara, para pendukung Lula juga menggelar aksi besar di berbagai wilayah Brasil.

Pada Sabtu (24/10/2026), lebih dari satu juta orang dilaporkan menghadiri kegiatan dukungan di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro. Kerumunan besar lainnya berkumpul di Paulista Avenue, São Paulo.

Adapun kemenangan ini menjadi babak baru dalam perjalanan politik Lula, yang akan berusia 81 tahun pada, Selasa (27/10/2026). Karier politiknya dimulai ketika ia menjadi pemimpin serikat pekerja di kawasan industri São Paulo pada akhir 1970-an.

Lula, yang berasal dari keluarga miskin di pedesaan dan pernah bekerja sebagai buruh pabrik, tiga kali gagal dalam pemilihan presiden, yakni pada 1989, 1994, dan 1998.

Ia akhirnya memenangkan pemilihan presiden pada 2002 dan menjadi presiden Brasil pertama dari kalangan pekerja yang terpilih melalui pemilu. Setelah menjabat selama dua periode berturut-turut, Lula meninggalkan kursi kepresidenan sesuai batas masa jabatan yang diatur konstitusi.

Ia kemudian kembali berkuasa setelah mengalahkan Jair Bolsonaro pada pemilihan presiden 2022. Kini, Lula kembali memenangkan pemilu dengan mengalahkan Flávio Bolsonaro, putra Jair Bolsonaro yang berusia 45 tahun. (bil/iss)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *