Stephane Dujarric juru bicara Antonio Guterres Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa PBB menaruh perhatian atas meningkatnya kekerasan di seluruh wilayah Tepi Barat dipicu meninggalnya dua tentara Israel di wilayah tersebut.
“Kami sangat khawatir dengan meningkatnya kekerasan yang terjadi di Tepi Barat yang diduduki. (Sekjen PBB) sangat prihatin atas penutupan wilayah secara luas yang diberlakukan Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Hal itu terjadi setelah terjadi serangan hari ini,” kata Dujarric pada Jumat (23/10/2026), dilansir Antara.
Sebelumnya, di hari sama, pasukan pertahanan Israel (IDF) melaporkan terjadi serangan penembakan dekat persimpangan Yudea di Tepi Barat, yang tak jauh dari Kota Hebron, dan menyatakan dua militan telah dilumpuhkan.
Layanan medis darurat menyebutkan lima orang terluka, termasuk dua orang di antaranya dalam kondisi kritis. Kemudian, Militer Israel mengumumkan dua anggota pasukannya meninggal diakibatkan adanya bentrokan bersenjata.
Setelah serangan itu, kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan IDF untuk memblokade di Tepi Barat dan menyatakan kesiapannya untuk melancarkan operasi militer di wilayah Palestina, yang merupakan operasi terbesar sejak Perang Enam Hari.(ant/fia/bil/iss)
