Donald Trump Presiden Amerika Serikat akan mencabut tarif sebesar 50 persen terhadap sejumlah barang asal Kanada sebagai upaya untuk memenangkan Partai Republik di negara bagian Maine dalam pemilu sela Kongres AS.
Melansir The Wall Street Journal, Jumat (23/10/2026), sejumlah analis politik memprediksi Partai Republik bisa kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS di pemilu sela AS pada 3 November nanti.
Para pakar mengaitkan kerentanan itu dengan menurunnya tingkat dukungan terhadap pemerintahan Trump di tengah operasi militer melawan Iran, serta kenaikan harga bahan bakar dan barang-barang konsumsi.
Keputusan mencabut tarif itu bertujuan untuk mendukung upaya Senator Susan Collins dari Maine dalam pencalonannya kembali. Collins telah menjabat sebagai senator dari negara bagian daratan paling timur laut AS itu sejak 1997.
Pencabutan tarif atas Kanada itu juga akan memberikan sedikit kelegaan bagi kandidat lain usungan Partai Republik di seluruh negeri menjelang pemilu sela.
Berdasarkan laporan, pengumuman resmi presiden AS terkait pencabutan tarif itu akan dilakukan paling cepat pada Jumat (23/10/2026) waktu setempat, dilansir Antara.
Penghapusan tarif itu diperkirakan mencakup 50 persen bea masuk atas produk-produk pertanian dan kehutanan.
Namun, cakupan dan waktu penerapan keputusan pencabutan tarif itu masih dapat berubah. AS bisa saja akan mengimbangi hal itu dengan memberlakukan tarif atas barang-barang lainnya.
Sejak 2025, hubungan AS-kanada mengalami ketegangan akibat dari perselisihan perdagangan dan dampak diplomatik yang lebih luas antara kedua negara.
Di Agustus 2026, terjadi perundingan perdagangan antara keduanya yang menemui jalan buntu. Akibat dari itu AS mulai memberlakukan tarif sebesar 50 persen atas barang-barang asal Kanada senilai 20 miliar dolar AS.
Langkah itu dibalas Kanada dengan mengenakan tarif atas produk AS di sektor baja, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, bubur kertas dan kertas, serta produk elektronik di AS.(ant/fia/iss)
