Trans Jatim Masih Kurang Tiga Koridor, Driyorejo dan Wiyung Masuk Rencana

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur masih membutuhkan tambahan tiga koridor Bus Trans Jatim untuk melengkapi layanan transportasi umum di kawasan Gerbangkertosusila. Sejumlah wilayah yang belum terlayani secara optimal, termasuk Driyorejo, Gresik, dan Wiyung, Surabaya, masuk dalam rencana pengembangan tersebut.

Nyono Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur mengatakan, penambahan koridor diperlukan untuk memperluas jangkauan Trans Jatim sekaligus meningkatkan konektivitas masyarakat di kawasan aglomerasi.

“Kami sebetulnya di GKS itu masih kurang tiga koridor secara plan, secara perencanaan. Dan masuk di dalam apa yang ditanyakan Pak Sofyan, apa yang ditanyakan Pak Edwin di Wiyung juga. Ini masuk,” kata Nyono dalam program Merawat Bumi Majapahit di Radio Suara Surabaya, Selasa (27/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Nyono saat merespons aspirasi pendengar terkait kebutuhan penambahan rute Trans Jatim di sejumlah wilayah.

Salah satunya datang dari Sofyan Widodo pendengar Suara Surabaya yang mengusulkan agar rute Trans Jatim dari Mojokerto menuju Surabaya dapat melewati Driyorejo. Menurutnya, kawasan tersebut membutuhkan akses transportasi umum untuk menunjang mobilitas masyarakat yang bekerja di sekitarnya.

Sementara Edwin pendengar lainnya berharap layanan transportasi umum dapat menjangkau kawasan Wiyung hingga Pakuwon City atau Grand City Surabaya.

Nyono memastikan, kebutuhan transportasi di kedua kawasan itu telah masuk dalam perencanaan perluasan dan pemerataan layanan Trans Jatim di Gerbangkertosusila.

Meski sudah masuk dalam perencanaan, Nyono mengakui penambahan koridor Trans Jatim belum dapat dilakukan seluruhnya karena keterbatasan anggaran.

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga berupaya melakukan pemerataan layanan transportasi umum ke wilayah lain, sehingga pengembangan Trans Jatim tidak hanya terpusat di Gerbangkertosusila.

“Memang kita kemarin ada sedikit pengurangan ini sehingga Ibu perintahkan bahwa Trans Jatim ini tidak hanya milik GKS, orang-orang GKS. Supaya ada pemerataan layanan Jatim Akses kepada kota-kota raya lagi di bawah GKS, yaitu di Malang Raya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari pemerataan tersebut, Pemprov Jatim berencana meluncurkan koridor kesembilan Trans Jatim atau koridor kedua di Malang Raya pada 30 Oktober 2026.

Nyono menyebut, perluasan layanan transportasi umum merupakan bagian dari program Jatim Akses yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat.

Namun, pengembangan koridor baru harus disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan pemerintah provinsi agar operasional layanan yang sudah berjalan tetap terjaga.

Dishub Jatim Dorong Perda Transportasi Terintegrasi

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Dishub Jatim mendorong pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Transportasi Terintegrasi.

Nyono berharap regulasi tersebut dapat memberikan kepastian alokasi anggaran bagi pengembangan transportasi umum, termasuk penambahan koridor Trans Jatim yang telah direncanakan.

“Makanya kami tadi menginginkan segera disahkan Perda Transportasi Terintegrasi,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu substansi yang diharapkan masuk dalam regulasi tersebut adalah alokasi anggaran minimal lima persen untuk transportasi publik sebagai bentuk pengembalian manfaat kepada masyarakat yang telah membayar pajak kendaraan bermotor.

“Karena di dalamnya itu ada margin minimal untuk public transport sebagai upaya, sebagai feedback pengembalian lagi layanan bagi masyarakat kita yang sudah membayar pajak kendaraan bermotor, yaitu minimal lima persen,” jelasnya.

Selain Driyorejo dan Wiyung, Nyono juga mengungkapkan adanya rencana perluasan layanan Trans Jatim dari Mojokerto menuju kawasan Kepuhsari melalui Ploso hingga terhubung dengan jaringan koridor yang sudah ada.

Ia berharap dukungan anggaran dan regulasi dapat mempercepat pemerataan transportasi umum agar masyarakat di lebih banyak wilayah Jawa Timur memiliki akses perjalanan yang terjangkau.

“Namun kami ingin agar Trans Jatim ini lebih membumi lagi, lebih dirasakan merata oleh masyarakat kita,” pungkasnya.(iss/ham)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *