Yenny Wahid politikus sekaligus putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Presiden ke-4 RI menilai demonstrasi yang disertai kemarahan hingga perusakan fasilitas bukan merupakan kultur Nahdlatul Ulama (NU).
Menurutnya, perbedaan yang muncul dalam Muktamar ke-35 NU seharusnya diselesaikan melalui musyawarah, bukan dengan tindakan anarkis.
“Sebetulnya demonstrasi, lalu kemudian chaos, marah-marah itu bukan kulturnya NU. Kultur NU itu musyawarah. Semua hal, semua perbedaan seyogianya dimusyawarahkan,” kata Yenny di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (31/8/2026) yang dikutip Antara.
Pernyataan itu disampaikan Yenny menanggapi dinamika yang terjadi selama Muktamar ke-35 NU, termasuk aksi demonstrasi dan ketegangan setelah muncul sejumlah keputusan dalam forum.
Ia menilai pihak yang kecewa terhadap hasil muktamar seharusnya tetap menghormati keputusan yang telah menjadi kesepakatan para muktamirin.
