“Kemitraan kami dengan NASA dan USGS dibangun di atas potensi HAPS untuk berada di area operasi dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan satelit, HAPS dapat melakukannya di bawah ketinggian orbit, sehingga menawarkan sudut pandang yang unik untuk mengatasi perubahan iklim dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk kejadian cuaca ekstrem,” ujar Mikkel Vestergaard Frandsen
More Related Articles
KPK Sita 6 Aset Senilai Rp9 Miliar Terkait Kasus Danah Hibah Jatim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 12-15 Mei 2025 menyita enam aset bernilai Rp9 miliar terkait…
Meski Ditolak Pelajar di Papua, Kepala BGN Tegaskan Tetap Laksanakan Program MBG
Dadan Hindayana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan meski ditolak pelajar di Papua, Program MBG…
Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat pada Kamis, Kelompok Sensitif Perlu Pakai Masker
Kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif, pada Kamis (6/6/2024) hari ini.…
