Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Senin (21/9/2026). Rupiah ditutup di level Rp17.847 per dolar AS, melemah 89 poin atau 0,50 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.758 per dolar AS.
Ibrahim Assuabi analis mata uang mengatakan, ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar setelah kelompok Ansarullah atau Houthi Yaman melaporkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Arab Saudi.
“Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah kelompok (Ansarullah) Houthi Yaman menyatakan telah menyerang lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone), serta menyerang fasilitas Aramco di kota Yanbu yang terletak di tepi Laut Merah dan merupakan pusat utama ekspor minyak,” ujar Ibrahim dilansir dari Antara.
Menurut Ibrahim, serangan terhadap jalur pipa Timur-Barat milik Saudi Aramco turut memengaruhi strategi pengiriman minyak Arab Saudi.
Perusahaan energi negara tersebut disebut meningkatkan ekspor melalui Selat Hormuz untuk memenuhi kebutuhan pengiriman pada September dan Oktober, setelah sebelumnya sebagian pengiriman melalui Yanbu dihentikan.
