Latihan rutin dan target waktu mewarnai persiapan para pelari menjelang Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K yang akan digelar dengan titik start dan finish di Balai Kota Surabaya, pada Minggu (27/9/2026) pagi.
Ariska Widianto salah satu peserta lari mengaku sudah terbiasa mengikuti berbagai event lari dan tetap mengandalkan latihan rutin untuk menjaga kesiapan fisiknya.
“Persiapannya rutin latihan seperti biasa. Jadi sudah siap, selain itu sudah siap outfit juga ya untuk besok,” katanya kepada suarasurabaya.net pada Sabtu (26/9/2026).
Pelari berusia 25 tahun asal Kediri yang kini tinggal di Surabaya itu baru mengikuti Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K tahun ini. Ia mengaku tertarik mengikuti event lari ini setelah mengetahui kemeriahan tahun sebelumnya.
“Karena melihat yang tahun sebelumnya itu oke lah dari event lari ini. Jadi aku ikut kayak gitu,” ucapnya
Ariska akan mengikuti lomba lari bersama sejumlah temannya. Untuk gelaran tahun ini, ia memasang target menyelesaikan nomor 10K di bawah satu jam.
“Ini aku pilih kategori 10K, target di bawah 1 jam,” ucapnya.
Peserta lainnya, Gunung Tulodo juga mengandalkan rutinitas latihan sebagai bekal menghadapi perlombaan. Pelari 42 tahun asal Surabaya itu mengaku telah melakukan persiapan dengan lari setidaknya tiga kali dalam sepekan.
“Kalau saya sih sudah rutin ya, seminggu 3 kali lah minimal. Jadi ya, persiapan biasa aja,” ucapnya.
Dalam Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K yang akan ia ikuti pertama kalinya, ia menargetkan bisa mencatat waktu terbaik. Selama ini, ia biasa berlari dengan pace sekitar enam menit per kilometer dan berharap bisa memperbaikinya.
“Ya kalau bisa lebih baik lagi ya. Saya biasanya 6 menitan untuk 1K gitu, rata-rata average pace-nya, ya kalau bisa, bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Namun, tidak semua peserta datang dengan target waktu. Martha Aji Satria, peserta asal Nganjuk, memilih kategori 5K setelah tahun lalu mengikuti nomor 10K.
Pilihan tersebut disesuaikan dengan kondisi kakinya yang pernah mengalami cedera.
“Kalau yang tahun lalu kan cuma ada 10K. Kalau tahun ini sudah ada dua kategori, jadi ada 10K sama 5K. Aku ikut yang 5K kali ini.”
Martha mengatakan, meski memilih jarak yang lebih pendek, ia tetap ingin menikmati suasana dan euforia Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K.
“Target sih tidak ada. Cuma pengen asyik-asyikan aja, kayak fun run aja di sini.”
Sementara itu, Junaidi Pramono, peserta asal Surabaya, akan mengikuti Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K untuk kali kedua. Ia kembali memilih kategori 10K dan tahun ini memasang target podium best costume.
“Ini kedua kalinya, di kategori yang sama, kategori 10K. Targetnya tahun ini podium best costume.”
Junaidi mengikuti lomba bersama sejumlah pelari dari komunitas ILS Runners dan berkolaborasi dengan komunitas Galau Run.
Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K tahun ini menghadirkan dua kategori, yakni 10K dan 5K. Kategori 10K akan dimulai atau flag-off pukul 05.00 WIB, sedangkan kategori 5K dimulai pukul 05.20 WIB.
Para peserta berasal dari Surabaya dan sejumlah daerah di Indonesia. Peserta terjauh tercatat berasal dari Sulawesi dan Kalimantan.
Pravesta Avianto, Event Director Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 mengatakan, jumlah pendaftar tahun ini mencapai sekitar 3.700 orang, melampaui target panitia sebanyak 3.500 peserta.
“Dari sistem kita tercatat di 3.700, hampir 4.000-an. Target kita tahun ini 3.500, tapi tembus di angka 3.700-an,” ujarnya.
Jumlah tersebut meningkat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 2.800 peserta.
Meski masih banyak calon peserta yang meminta tambahan slot, panitia memutuskan tetap menutup pendaftaran. Pembatasan peserta dilakukan untuk menjaga kenyamanan pelari sekaligus pengguna jalan selama lomba.
“Sampai sekarang banyak banget yang DM minta tambahan slot, tapi kita tidak buka. Kita utamakan kenyamanan para pelari. Kalau nambah lagi takutnya pelari yang lainnya tidak nyaman dan mengganggu pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.(ris/iss)
