Ahmad Sahroni Wakil Ketua Komisi III DPR RI memperhatikan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang ibu dan anaknya di Kota Madiun, Jawa Timur.
Sahroni menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses hukum tersangka agar kejahatan sadis tersebut ditangani secara serius.
Soal perlu tidaknya pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka Dwi Bagus Martono alias DBM (40), Sahroni mengingatkan agar hasil pemeriksaan kejiwaan tidak sampai menjadi persoalan yang mempersulit penegakan hukum.
“Enggak, jangan sampai gini. Ditangkap yang bersangkutan, dicek kejiwaannya, nanti ada faktor wah ini kejiwaan yang jadi gila, gitu kan. Nah, susah kalau sudah dibilang nanti hasilnya gila,” kata Sahroni, Rabu (28/10/2026).
Menurut Sahroni, kasus dengan tingkat kekejaman seperti ini membutuhkan pengawasan yang lebih melekat, terutama dalam proses hukum terhadap tersangka.
