Bank Indonesia (BI) mencatat fasilitas kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) masih mencapai sekitar Rp2.548 triliun per Juli 2026. Meski demikian, permintaan pembiayaan dari sektor swasta mulai menunjukkan peningkatan.
Destry Damayanti Gubernur BI mengatakan, tingginya kredit yang belum dicairkan dipengaruhi dua faktor, yakni permintaan dari pelaku usaha, dan penawaran kredit dari perbankan.
Hingga kuartal II 2026, pertumbuhan kredit masih banyak ditopang aktivitas yang berkaitan dengan pemerintah. Sementara permintaan pembiayaan dari sektor swasta relatif terbatas. Namun, berdasarkan data terbaru, BI mulai melihat peningkatan permintaan kredit dari sektor swasta.
“Data terakhir, kami melihat sektor swasta itu sudah mulai bergerak naik. Artinya, dari sisi permintaannya itu sudah mulai ada geliat untuk melakukan kredit,” kata Destry dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal di Jakarta, Kamis (24/9/2026) yang dikutip Antara.
Dari sisi penawaran, Destry menjelaskan bahwa sebagian bank sebelumnya lebih memilih menempatkan likuiditas pada surat berharga, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), ketika permintaan kredit masih lemah.
