Beda Pola Asuh dengan Kakek-Nenek, Psikolog Ingatkan Orang Tua Tetap Pegang Aturan

Perbedaan pandangan dalam pengasuhan anak kerap muncul antara orang tua dan kakek-nenek yang ikut membantu merawat anak. Kondisi ini perlu disikapi dengan komunikasi yang jelas agar kebutuhan anak tetap menjadi prioritas utama.

Rose Mini Agoes Salim, Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, mengatakan pengalaman generasi sebelumnya tetap bisa menjadi masukan bagi orang tua dalam mengasuh anak.

Namun, saran dari kakek maupun nenek sebaiknya tidak langsung diterapkan begitu saja. Menurutnya, pola asuh perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak, informasi ilmiah terbaru, serta rekomendasi tenaga ahli.

Rose Mini menegaskan, orang tua merupakan pihak yang memegang tanggung jawab utama dalam pengasuhan anak.

“Yang bertanggung jawab pada anak, sekali lagi saya bilang adalah orang tuanya. Maka orang tua yang harus bikin aturannya, do and don’t-nya,” katanya seperti dilaporkan Antara, Senin (12/10/2026).

Menurut Rose Mini, praktik pengasuhan anak tidak bisa hanya mengikuti kebiasaan turun-temurun. Setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, sehingga pola asuh harus didasarkan pada informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika terjadi perbedaan pendapat antara orang tua dan kakek-nenek, ia menyarankan agar orang tua menjelaskan alasan mereka dengan santun dan mudah dipahami.

“Kalau kita tidak sepaham dengan kakek-nenek, berikan alasan yang jelas, sehingga hal itu mungkin bisa diterima oleh orang tua kita atau kakek-nenek,” katanya.

Rose Mini juga menyarankan orang tua mengajak kakek-nenek berkonsultasi bersama ke dokter anak. Dengan begitu, seluruh anggota keluarga yang terlibat dalam pengasuhan bisa mendapat penjelasan langsung dari tenaga ahli.

Langkah ini dinilai dapat membantu keluarga memahami kebutuhan anak sekaligus mengurangi potensi konflik akibat perbedaan pandangan dalam pengasuhan.

Ia mencontohkan, konsultasi dengan dokter anak penting dilakukan untuk membahas pemberian makanan dan pemenuhan nutrisi bayi. Termasuk jika anak memiliki kondisi khusus seperti alergi atau pantangan tertentu.

Dengan pemahaman yang sama, keluarga dapat mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan maupun dihindari demi menjaga kesehatan anak.

Isu pengasuhan anak kembali menjadi perhatian setelah muncul pemberitaan tentang bayi di Surabaya yang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh anggota keluarganya.(ant/iss/ham)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *