Wayan Koster Gubernur Bali menyatakan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah berimbas pada penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Penurunan wisman didominasi turis berwarganegaraan Timur Tengah.
“Terjadi penurunan (kunjungan wisman) dalam 4 hari ini, satu hari itu 800-an orang kira-kira yang dari Timur Tengah,” ucap Koster di sela Korve Bersih Sampah di Pantai Jimbaran, Badung, Kamis (5/3/2026).
Katanya wisatawan asal Eropa juga dominan datang ke Bali melalui jalur Timur Tengah, karena tidak ada penerbangan langsung ke pulau dewata. Meski begitu turis Eropa bisa menyesuaikan rute keberangkatan, misalnya beralih menggunakan jalur Singapura atau Thailand.
“Kalau yang Eropa pasti akan menyesuaikan rute keberangkatan, yang tadinya lewat Dubai atau Doha akan beralih tidak lagi ke situ mungkin Singapura atau Thailand. Kalau Eropa yang langsung ke Bali itu dari Rusia, yang melalui Timur Tengah (negara Eropa lainnya) tidak bisa langsung, dan kalau mau transit di Dubai atau Doha sudah tidak bisa,” ungkap seperti dilansir Antara.
Pemerintah Provinsi Bali berharap konflik Timur Tengah segera mereda, agar penutupan sejumlah ruang udara tidak berlarut-larut.
“Mudah-mudahan cepat berhenti (konflik), dampaknya penurunan satu hari 800 orang untuk sekarang, dan nanti pasti ada konsolidasi perbaikan rute, mudah-mudahan bisa stabil,” katanya.
Meski tidak merinci angka penurunan, Koster menegaskan jumlah kunjungan sangat terpengaruh eskalasi konflik.
Sementara itu, data Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat 35 penerbangan internasional batal pada 28 Februari–4 Maret 2026 akibat penutupan ruang udara.
Untuk rute kedatangan ke Bali, terdapat 15 penerbangan batal, terdiri dari tiga penerbangan melalui maskapai Etihad Airways rute Abu Dhabi–Denpasar, enam kali pada maskapai Emirates rute Dubai (DXB)-Denpasar (DPS), dan enam kali pada maskapai Qatar Airways rute Doha (DOH)-Denpasar (DPS).(ant/lea/ham)
