Akuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah beserta lahan pengembangan di kawasan Thakher oleh Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem haji dan umrah Indonesia.
Mustolih Siradj Ketua Komnas Haji dan Umrah menyebut langkah tersebut bukan sekadar investasi bisnis, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menjamin ketersediaan akomodasi, dan mendorong efisiensi biaya bagi jemaah Indonesia.
“Akuisisi ini merupakan langkah visioner dan bersejarah. Lebih dari sekadar investasi bisnis, ini adalah investasi strategis untuk memperkuat kemandirian Indonesia dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah,” ujar Mustolih dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Transaksi yang diperkirakan bernilai 2 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp9,5 triliun itu mencakup hotel bintang empat berkapasitas 1.461 kamar serta 14 kavling lahan dengan luas total sekitar 4,4 hektare. Aset tersebut akan dikembangkan sebagai bagian dari kawasan Kampung Haji Indonesia di Makkah.
Menurut Mustolih, investasi ini memanfaatkan momentum keterbukaan Arab Saudi terhadap investor asing sekaligus membuka peluang peningkatan hubungan bilateral. Kerja sama Indonesia dan Arab Saudi diharapkan tidak lagi terbatas pada penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, tetapi juga berkembang ke sektor ekonomi dan investasi strategis.
