Fazio Youth Festival Jago Ngonten Suara Surabaya Academy memasuki hari kedua pada Minggu (18/10/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Suara Surabaya Centre ini, peserta ditantang memproduksi konten, mulai dari praproduksi hingga pascaproduksi, hanya dalam waktu dua jam.
Sebelum produksi dimulai, peserta mengikuti pengarahan bersama mentor untuk mematangkan ide, menyusun creative brief dan naskah, serta mempersiapkan pengambilan gambar. Yustito Hendrawan pemateri videografi mengingatkan peserta agar tetap menikmati proses tanpa terbebani batas waktu.
“Buat have fun, jangan stres bikin kontennya, jangan terlalu mikirkan waktu, just going to flow,” ujar Yustito.
Peserta kemudian mulai mengambil gambar menggunakan ponsel. Satu unit sepeda motor Yamaha Fazzio yang disediakan panitia menjadi elemen wajib dalam konten.
Sejumlah peserta tampak antusias menjalani proses produksi di luar ruangan dengan pendampingan mentor.

Nadin Rivkana Shifa, salah satu peserta dari SMAN 21 Surabaya, mengaku senang sekaligus tegang menghadapi tantangan tersebut. Menurutnya, keterbatasan waktu membuat proses pengambilan gambar dan penyuntingan menjadi lebih menantang.
“Setelah kemarin mendapatkan tiga materi sekaligus, hari ini langsung praktik. Jujur senang, tapi agak tegang karena dengan deadline video yang sangat cepat ini kayaknya melatih kita, apalagi saat di dunia konten kreator. Menurut saya, ini sebuah tantangan baru bagi saya,” kata Nadin.
Ia menambahkan, menentukan potongan gambar yang tepat dan menyelesaikan penyuntingan dalam waktu singkat menjadi kesulitan tersendiri. Karena itu, ia berkonsultasi dengan Yustito selama proses produksi.
Tantangan serupa dirasakan Cyntara Aura Falma peserta dari SMAN 10 Surabaya. Ia menilai waktu pengerjaan yang terbatas menuntut peserta menerapkan materi yang telah dipelajari sehari sebelumnya, terutama dalam pengambilan gambar dan penyuntingan video.
“Jadi, tantangan bikin konten dua jam itu menantang banget, ya, karena dikasih waktu yang terbatas dan kita juga menerapkan apa yang sudah diajarin kemarin. Di bagian editing sama waktu take video itu rasanya cukup susah, tapi juga cukup bermanfaat materi yang kemarin,” ujar Cyntara.
Meski menghadapi berbagai kesulitan, peserta mendapat kesempatan untuk mengasah kreativitas, mengatur waktu, dan menerapkan keterampilan produksi konten secara langsung melalui tantangan ini.(mal/iss)
