Hari Santri 2026, Ketum PBNU Serukan Perlawanan terhadap Kerusakan Hutan dan Korupsi

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Timur menggelar apel Hari Santri Nasional yang diikuti para pengurus dan jajaran yang berlangsung di kantornya, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan apel tersebut berlangsung mulai pukul 08.30 WIB. Meskipun dilaksanakan di dalam ruangan, suasana apel tetap berlangsung tertib dan penuh khidmat.

Para peserta apel yang terdiri dari pengurus, badan otonom, serta jajaran santri tampak berbaris rapi mengikuti seluruh rangkaian acara.

Dalam apel kali ini, para peserta di Kantor PWNU Jawa Timur mengikuti pembacaan amanat dan rangkaian upacara secara langsung melalui tayangan live video yang disambungkan dari pusat peringatan Hari Santri di Pacitan.

Siaran langsung tersebut disaksikan oleh seluruh peserta melalui layar LCD besar yang terpasang di dalam ruangan utama acara.

Peringatan utama Hari Santri di Pacitan tersebut dipimpin langsung oleh KH Abdul Hakim Mahfudz Ketua Umum PBNU yang akrab disapa Gus Kikin.

Dalam amanatnya, Gus Kikin menyatakan bahwa Indonesia telah merdeka lebih dari delapan dekade. Namun persoalan yang dihadapi bangsa ini masih sangat besar.

Ia menyerukan supaya para santri tetap menghidupkan Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU.

“Kita telah merdeka lebih dari delapan dekade tapi tantangan bangsa dan negara kita masih sangat besar, dalam hal ini semangat resolusi jihad itu masih relevan dan perlu terus kita hidupkan,” ujar Gus Kikin dalam siaran langsung yang dipantau di Kantor PWNU Jatim.

Namun Gus Kikin menegaskan, jika semangat Resolusi Jihad tidak lagi diimplementasikan melalui bambu runcing maupun angkat senjata.

Melainkan melalui pemikiran dan gerakan untuk mengentaskan kemiskinan, kebodohan dan kerusakan hutan serta lingkungan, hingga melawan praktik korupsi.

“Bukan melalui bambu runcing dan mengangkat senjata melainkan melalui pemikiran, dan gerakan untuk ikut serta dalam mengatasi kemiskinan, kebodohan, kerusakan hutan dan lingkungan, praktik korupsi dan tantangan yang lainnya,” jelasnya.

Untuk itu Gus Kikin mengajak para jemaah NU menjaga semangat Resolusi Jihad yang telah ditelurkan oleh KH Hasyim Asy’ari dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Untuk itu semangat persatuan yang digaris bawahi KH Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari merupakan modal kita semua modal untuk berjamaah di lingkungan NU dan di dalam bermasyarakat dan bernegara bangsa Indonesia,” ujarnya.(wld/fia/ipg)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *