Obama Kritik Perang Gaza, Minta Israel Akui Hak dan Keberadaan Palestina

Barack Obama mantan Presiden Amerika Serikat (AS), mengkritik perang di Gaza dan meminta pemerintah Israel mengakui hak serta keberadaan jutaan warga Palestina di kawasan tersebut.

Dalam diskusi bersama Susan McKay penulis dan jurnalis di Belfast, Irlandia Utara, Obama bilang, kekerasan di Gaza seharusnya menjadi keprihatinan semua pihak.

Menurutnya, konflik yang terjadi merupakan lingkaran kekerasan yang dipengaruhi luka sejarah, sikap yang semakin mengeras, serta perpecahan mendalam antara kedua pihak.

Mantan Presiden AS itu mengakui masyarakat Yahudi punya sejarah panjan“Itu tidak bisa disangkal. Yang juga tidak bisa disangkal adalah mereka mengambil tanah dari orang lain secara berlebihan. Dan orang-orang itu, tentu saja, mengatakan, ‘Ini adalah ketidakadilan dan saya ingin tanah saya kembali’,” ujarnyag mengalami penganiayaan di Eropa. Tapi di sisi lain, Obama menegaskan warga Palestina juga mengalami ketidakadilan karena kehilangan tanah mereka.

“Itu tidak bisa disangkal. Yang juga tidak bisa disangkal adalah mereka mengambil tanah dari orang lain secara berlebihan. Dan orang-orang itu, tentu saja, mengatakan, ‘Ini adalah ketidakadilan dan saya ingin tanah saya kembali’,” ujarnya seperti dikutip Anadolu, Kamis (15/10/2026).

Lebih lanjut, Obama menilai pihak yang punya kekuatan lebih besar juga punya tanggung jawab lebih besar untuk memutus siklus kekerasan, bukan hanya mengandalkan kekuatan militer dan teknologi.

“Jika sikap Israel adalah, sekarang kami yang terkuat dan paling maju secara teknologi di kawasan, maka keamanan kami bergantung pada kemampuan kami melakukan apa pun yang kami anggap perlu, mengambil apa pun yang kami inginkan, dan tidak memberikan konsesi kepada siapa pun,” katanya.

Menurut Obama, pendekatan semacam itu mungkin bisa memberikan hasil dalam jangka pendek. Tapi, Israel berisiko kehilangan landasan moral jika terus mengambil sikap tersebut.

“Cara itu mungkin berhasil dalam jangka pendek, tetapi Anda telah kehilangan landasan moral jika mengambil posisi seperti itu,” tegasnya.

Obama juga menyoroti sikap pemerintah Israel saat ini yang menurutnya cenderung menggunakan pendekatan tersebut. Ia mengingatkan, sekitar tujuh juta warga Palestina tetap akan berada di kawasan itu. “Mereka harus menyadari bahwa tujuh juta warga Palestina tidak akan pergi ke mana-mana,” ujarnya.

Karena itu, Obama menilai situasi tidak akan berkelanjutan apabila warga Palestina terus berada dalam kondisi yang bahkan tidak akan diterima pihak lain jika mengalaminya sendiri.

“Tidak berkelanjutan untuk memaksakan kepada mereka kondisi yang tidak akan diterima siapa pun jika kondisi itu diberlakukan kepada dirinya sendiri,” katanya.

Sekadar informasi, sebelum menyampaikan pernyataan tersebut, Obama menerima gelar doktor kehormatan dari Queen’s University Belfast. (bil/ipg)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *