Abdel Fattah Al-Burhan, Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, memerintahkan penyelidikan dugaan serangan udara di dekat perbatasan Mesir yang dilaporkan membuat lebih dari 200 penambang emas meninggal dunia.
Otoritas Sudan menyatakan penyelidikan akan dilakukan oleh komisi khusus yang melibatkan unsur kejaksaan, kehakiman, dan keamanan.
“Ketua Dewan Kedaulatan Transisi memerintahkan pembentukan komisi yang melibatkan perwakilan dari kantor kejaksaan, kehakiman, dan keamanan, dengan tugas untuk menyelidiki peristiwa tersebut,” demikian keterangan otoritas Sudan, pada Senin (12/10/2026).
Surat kabar Sudan Tribune melaporkan, lebih dari 200 orang meninggal dunia akibat serangan udara pada Sabtu (10/10/2026) di pusat pertambangan emas wilayah Sudan barat laut.
Mengutip keterangan korban selamat, laporan itu menyebut serangan terjadi pada pagi hari dan menghantam sejumlah titik pertambangan emas di Distrik Shamal Al-Wadi.
Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan tempat berlindung dan beberapa lubang tambang yang saat itu berisi para penambang.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.
Sudan dilanda konflik bersenjata berkepanjangan sejak 2023. Konflik itu melibatkan pasukan pemerintah dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat atau Rapid Support Forces (RSF), yang disebut mendapat dukungan dari pihak asing.(ant/iss/ham)
