Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K Didorong Jadi Agenda Tahunan untuk Kuatkan Sport Tourism

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong agar Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K menjadi agenda tahunan, karena dinilai berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism.

Herry Purwadi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya mengatakan, pihaknya berharap kegiatan olahraga yang memberikan dampak positif bagi perekonomian kota dapat terus diselenggarakan setiap tahun.

“Kami berharap jika itu membawa dampak yang positif bagi tumbuh perkembangan ekonomi di Kota Surabaya, kami ingin bahwa itu akan dijadikan agenda tahunan,” kata Herry saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (25/9/2026).

Kiri ke kanan: Herry Purwadi Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Pravesta Avianto Event Director Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026, dan Hwawan Lieam dari We Race sekaligus Race Manejemen di Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026, saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo, Jumat (25/9/2026). Foto: Billy suarasurabaya.net

Menurutnya, kegiatan seperti Soerabaja 10K tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelari, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi sektor perhotelan, kuliner, pariwisata, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami selalu mendukung, karena ini akan berdampak yang sangat luar biasa baik (untuk) pertumbuhan ekonomi, okupansi hotel dan sebagainya. Karena tamu-tamu yang datang ke Kota Surabaya itu pesertanya tidak hanya dari Kota Surabaya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Dukung Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026, Pastikan Kesiapan Jalan dan Penerangan

Herry menjelaskan, peserta Soerabaja 10K juga berasal dari berbagai daerah di luar provinsi Jawa Timur (Jatim). Kehadiran mereka lah, yang berpotensi meningkatkan okupansi hotel karena membutuhkan akomodasi selama mengikuti kegiatan.

Selain menginap, para peserta juga berpeluang mengunjungi destinasi wisata dan menikmati kuliner Surabaya, sehingga dampak penyelenggaraan acara dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

“Itu artinya pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan destinasi, dalam meningkatkan okupansi hotel, dalam meningkatkan perekonomian di Kota Surabaya, pasti akan berdampak,” jelasnya.

Karena itu, Pemkot Surabaya mendorong agar setiap penyelenggara kegiatan melibatkan UMKM lokal sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh sektor perhotelan dan pariwisata, tetapi juga masyarakat. Herry menilai keberlanjutan sebuah kegiatan juga harus diikuti inovasi agar tetap menarik peserta.

Keinginan agar Soerabaja 10K didorong jadi agenda tahunan juga disambut baik Suara Surabaya Media. Hal itu disampaikan Pravesta Avianto atau Veto Event Director Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026. Ia berharap Surabaya berkembang menjadi kota penyelenggara event lari, layaknya Bali dan Yogyakarta.

“Kenapa saya bilang Jogja, Bali? Karena ketika di Jogja dan juga Bali ada event lari, tidak hanya penyelenggara saja yang excited sama event lari tersebut. Tapi warganya itu juga. Kenapa saya bilang warga juga, karena tanpa disuruh sebenarnya mereka sudah ikut membantu atau meramaikan event tersebut dengan menyemangati para runners yang lewat,” ceritanya.

Bahkan menurutnya kebiasaan itu seolah sudah jadi budaya di daerah-daerah yang rutin menyelenggarakan kegiatan lari dalam skala besar setiap tahunnya. “Dan ini sebenarnya sebuah budaya yang tidak bisa kita serta-merta dalam satu kali dua event itu bisa membangun budaya tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, pihak Soerabaja 10 K berupaya menghadirkan lebih banyak aktivitas yang melibatkan masyarakat. Contohnya sebanyak 24 titik cheering disiapkan di sepanjang rute untuk memberikan semangat kepada pelari. Kegiatan itu melibatkan pelajar SMP se-Surabaya, kelompok kesenian, hingga dukungan dari Pemkot Surabaya.

Sementara untuk sejumlah atraksi, turut disiapkan antara lain barongsai, musik patrol, cosplay pahlawan, dan Reog di sekitar Monumen Bambu Runcing.

Sebagai informasi, memasuki tahun kedua, Soerabaja 10K mengusung tema Energy of Surabaya dengan menonjolkan kearifan lokal Kota Pahlawan. Tema itu diwujudkan melalui berbagai elemen acara, mulai dari desain jersey bermotif daun semanggi, ornamen promosi, hingga pertunjukan seni dan kuliner khas Surabaya.

Rangkaian Race Pack Collection dan Bank Jatim Soerabaja Festival yang berlangsung di Balai Kota Surabaya pada, Jumat hingga Sabtu (25–26/9/2026), yang juga menghadirkan pertunjukan Reog dan musik keroncong, serta melibatkan sejumlah UMKM kuliner lokal.

Antusiasme peserta tahun ini juga meningkat. Hingga pendaftaran ditutup, sebanyak 3.700 pelari tercatat dalam sistem, melampaui ekspektasi awal penyelenggara. Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari luar kota dan luar provinsi, termasuk Jakarta dan Jawa Barat.

Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 akan berlangsung Minggu (27/9/2026), dengan titik start dan finish di Balai Kota Surabaya. Kegiatan yang diinisiasi Suara Surabaya Media, didukung Pemkot Surabaya, dan disponsori Bank Jatim tersebut melombakan kategori lari 5K dan 10K, termasuk kategori master untuk peserta berusia 45 tahun ke atas. (bil/ipg)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *