Duka mendalam yang dialami keluarga korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 kini mendapat sedikit kepastian. Ahli waris Nurul Rian Hidayat, salah satu penumpang yang menjadi korban dalam insiden tersebut, resmi menerima hak jaminan sosial ketenagakerjaan miliknya di kediaman keluarga di Pamekasan, Madura.
Nurul Rian Hidayat, yang sehari-hari bertugas sebagai perawat di atas kapal tersebut, tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sejak April 2026. Ia menjadi korban saat KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, hak ini bukan sekadar angka. Total manfaat yang diterima ahli waris mencapai Rp350,425 juta, mencakup santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp262 juta, Jaminan Hari Tua (JHT) senilai Rp1,4 juta, serta beasiswa pendidikan Rp87 juta yang akan menopang dua anak almarhum hingga jenjang perguruan tinggi. Tak hanya itu, keluarga juga akan menerima manfaat Jaminan Pensiun (JP) rutin sebesar Rp411 ribu setiap bulan.
Penyerahan manfaat dilakukan langsung oleh Irvansyah Utoh Banja, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, yang mendatangi keluarga korban begitu proses verifikasi kepesertaan rampung.
“Begitu mendapatkan informasi mengenai kecelakaan KMP Virgo Transport 8, kami segera melakukan penelusuran dan verifikasi kepesertaan. Prinsip kami adalah gerak cepat memastikan setiap peserta yang menjadi korban mendapatkan haknya,” ujar Utoh melalui keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (18/9/2026).
Bagi keluarga yang kehilangan tulang punggung, hadirnya jaminan ini menjadi bentuk nyata negara hadir di tengah musibah. “Kita tentu tidak pernah mengharapkan musibah seperti ini terjadi. Tetapi ketika risiko datang, negara harus hadir dan perlindungan harus segera bekerja,” tambahnya.
Musibah KMP Virgo Transport 8 sendiri terjadi pada 13 September 2026, saat kapal yang mengangkut 243 orang dan 89 kendaraan itu dihantam cuaca buruk hingga oleng dan kehilangan komunikasi. Berdasarkan data per 17 September, proses evakuasi masih berlangsung dengan 108 orang selamat, enam orang meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian — sehingga proses verifikasi dan penyaluran hak bagi korban lain juga masih terus berjalan.
Prabowo Subianto Presiden turut meminta agar hak-hak keluarga korban dipastikan terpenuhi dan penanganan musibah dilakukan secara menyeluruh.
Bagi keluarga Nurul Rian Hidayat, manfaat pendidikan yang diterima kedua anaknya menjadi secercah harapan di tengah kehilangan. “Harapan kami, musibah yang terjadi hari ini tidak memutus masa depan anak-anak yang ditinggalkan,” kata Utoh, sekaligus menegaskan pentingnya setiap pekerja memiliki perlindungan jaminan sosial sejak awal bekerja — karena yang dilindungi bukan hanya pekerja itu sendiri, melainkan juga keluarga yang bergantung kepadanya.(iss)
